Polisi Ungkap Penyebab Perusuh May Day Bandung Bertindak Brutal

Rabu, 13 Mei 2026 – 14:05 WIB
Polisi Ungkap Penyebab Perusuh May Day Bandung Bertindak Brutal  - JPNN.com Jabar
Dirresnarkoba Polda Jabar, Kombes Pol Albert RD dalam konferensi pers di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung, Rabu (13/5/2026). Foto: Nur Fidhiah Shabrina/JPNN.com

"Alprazolam ini adalah psikotropika golongan IV. Alprazolam ini menimbulkan rasa ketenangan dan percaya diri yang luar biasa, sehingga mereka berani merusak pos polisi tersebut, berani menantang aparat yang sedang bertugas," jelasnya.

"Ini beda dengan Tramadol. Kalau Tramadol adalah obat-obatan tertentu yang tidak masuk psikotropika. Tramadol sendiri obat penahan nyeri, di mana digunakan untuk kerja biasanya," sambungnya.

Atas penemuan ini, kata Albert, polisi mendalami dugaan keterlibatan apotek yang bisa mengeluarkan obat-obatan keras itu tanpa resep obatnya.

Pasalnya, psikotropika itu hanya bisa dibeli melalui resep obat dari dokter spesialis kejiwaan, tetapi di sini, ada dokter umum yang bisa membuatkan resepnya.

"Polisi di sini bertugas ketika menemukan pelanggaran atau penyimpangan distribusi obat-obatan ini. Yang kami temukan kemarin adalah ada beberapa apotek yang menerima pembelian tanpa resep, atau apotek yang memberikan obat dengan resep tidak sesuai dengan kompetensi dari dokternya," jelasnya.

"Untuk obat-obatan seperti Alprazolam dan sebagainya ini, psikotropika yang mengeluarkan resep harusnya dokter spesialis kejiwaan, tapi di sini dokter umum ada yang mengeluarkan," pungkasnya. (mcr27/jpnn)

Polda Jabar mengungkap enam tersangka kerusuhan May Day Bandung positif mengonsumsi psikotropika jenis Alprazolam dan Riklona sebelum beraksi brutal.

Redaktur : Ridwan Abdul Malik
Reporter : Nur Fidhiah Sabrina

Facebook JPNN.com Jabar Twitter JPNN.com Jabar Pinterest JPNN.com Jabar Linkedin JPNN.com Jabar Flipboard JPNN.com Jabar Line JPNN.com Jabar JPNN.com Jabar
JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jabar di Google News