Polisi Ungkap Penyebab Perusuh May Day Bandung Bertindak Brutal
"Alprazolam ini adalah psikotropika golongan IV. Alprazolam ini menimbulkan rasa ketenangan dan percaya diri yang luar biasa, sehingga mereka berani merusak pos polisi tersebut, berani menantang aparat yang sedang bertugas," jelasnya.
Baca Juga:
"Ini beda dengan Tramadol. Kalau Tramadol adalah obat-obatan tertentu yang tidak masuk psikotropika. Tramadol sendiri obat penahan nyeri, di mana digunakan untuk kerja biasanya," sambungnya.
Atas penemuan ini, kata Albert, polisi mendalami dugaan keterlibatan apotek yang bisa mengeluarkan obat-obatan keras itu tanpa resep obatnya.
Pasalnya, psikotropika itu hanya bisa dibeli melalui resep obat dari dokter spesialis kejiwaan, tetapi di sini, ada dokter umum yang bisa membuatkan resepnya.
"Polisi di sini bertugas ketika menemukan pelanggaran atau penyimpangan distribusi obat-obatan ini. Yang kami temukan kemarin adalah ada beberapa apotek yang menerima pembelian tanpa resep, atau apotek yang memberikan obat dengan resep tidak sesuai dengan kompetensi dari dokternya," jelasnya.
"Untuk obat-obatan seperti Alprazolam dan sebagainya ini, psikotropika yang mengeluarkan resep harusnya dokter spesialis kejiwaan, tapi di sini dokter umum ada yang mengeluarkan," pungkasnya. (mcr27/jpnn)
Polda Jabar mengungkap enam tersangka kerusuhan May Day Bandung positif mengonsumsi psikotropika jenis Alprazolam dan Riklona sebelum beraksi brutal.
Redaktur : Ridwan Abdul Malik
Reporter : Nur Fidhiah Sabrina
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jabar di Google News