RSHS Diminta Buka CCTV Kasus Bayi Nyaris Tertukar, Polisi Siap Dalami
"Kami dari kepolisian, khususnya dari Satreskrim Polrestabes Bandung sedang melakukan penyelidikan untuk memastikan betul bahwa terkait kejadian tersebut apakah diindikasikan ada pidana atau memang ada kesalahan administrasi atau SOP yang dilakukan oleh rumah sakit," ujarnya.
Hal lain yang didalami ialah gelang bayi yang menurut korban sudah dilepas saat masih di rumah sakit.
Menurut Anton, perihal dugaan kesengajaan gelang bayi dilepas saat masih di rumah sakit, itu pun masuk dalam materi penyelidikan.
"Kami butuh penyelidikan dulu, jika memang nanti terkait label itu langsung digunting tanpa sesuai SOP berarti kan ada indikasi perbuatan yang lain, nantikan akan kami tentukan."
"Ataupun mungkin ketika nanti, apakah ada oknum dari rumah sakit yang memang dengan sengaja melepas label untuk arah ke perbuatan yang lain," lanjutnya.
Sebelumnya, Kuasa hukum Nina, Krisna Murti, menegaskan kliennya dan pihak rumah sakit belum sepakat untuk berdamai.
Dengan demikian, klaim yang beredar mengenai sudah adanya perdamaian tidaklah benar.
Menurutnya, pihak rumah sakit memang sudah menyampaikan permintaan maaf dan kliennya sudah menerima. Namun, adanya permintaan maaf itu tak menghilangkan unsur pidana yang kemungkinan terjadi dalam kasus itu.
Polisi akan mendalami rekaman CCTV dalam kasus bayi nyaris tertukar di RS Hasan Sadikin Bandung, termasuk dugaan kelalaian SOP.
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jabar di Google News