Balita Perempuan di Tajurhalang Jadi Korban Penganiayaan, Kondisi Kritis dengan Luka Patah Tulang
jabar.jpnn.com, KABUPATEN BOGOR - Seorang balita perempuan berusia tiga tahun berinisial M diduga menjadi korban penganiayaan di wilayah Tajurhalang, Kabupaten Bogor.
Kasus ini terungkap setelah sang kakek datang meminta pertolongan kepada warga setempat pada Kamis (4/12) dini hari.
Salah satu saksi, Sanusi Wirasuta (38 tahun), mengungkapkan bahwa kakek korban mendatangi rumahnya sekitar pukul 04.00 WIB dalam kondisi panik.
“Beliau datang jam 4 subuh memberi informasi bahwa cucunya sedang sakit dan dalam kondisi kritis,” ujarnya.
Sanusi menjelaskan, kakek korban awalnya mendapat kabar dari nenek korban dari pihak ibu.
Nenek tersebut datang sekitar pukul 01.00 WIB untuk memberi tahu bahwa M berada dalam keadaan sangat gawat.
Baca Juga:
Mengetahui kondisi tersebut, sang kakek kemudian meminta pendampingan untuk menjenguk korban di RSUD Kota Bogor, tempat balita itu sudah mendapatkan penanganan medis.
“Ketika sampai rumah sakit, korban sudah berada di IGD dengan kondisi tangan dan kaki patah, terdapat memar di rahang, serta memar di bagian kepala. Saat itu korban sudah tidak sadarkan diri,” jelas Sanusi.
Anak perempuan 3 tahun diduga menjadi korban penganiyaan hingga kritis, dan saat ini kakek korban sudah melaporkan ke pihak kepolisian
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jabar di Google News