Polda Jabar Bantah Penyerangan Gas Air Mata ke Unpas
Hendra membantah soal adanya narasi tim patroli masuk kampus dan membawa senjata peluru karet.
"Mereka membuat framing di media sosial melalui akun-akun mereka bahwa petugas masuk ke kampus, membawa senjata peluru karet, dan menembakkan gas air mata. Semua itu adalah hoaks. Faktanya, di lapangan tidak ada satu pun petugas yang masuk ke area kampus, dan tidak ada petugas yang membawa senjata," tegasnya.
“Setelah kondisi Jalan Tamansari bisa kami kuasai, situasi kembali aman dan kelompok berpakaian hitam tersebut melarikan diri," tutup dia.
Sebelumnya, penembakan gas air mata oleh kepolisian tersebut dibenarkan oleh Kanit Keamanan Unpas Rosid. Saat kejadian, area kampus Unpas sedang dibuka sebagai tempat evakuasi massa aksi. Tidak hanya mahasiswa saja, kelompok massa lain juga ikut masuk ke kampus.
"Di sini saya kan membuka gerbang itu buat perintah pimpinan kan, kemanusiaan dibuka aja nggak apa-apa, tapi yang datang bukan korban aja, jadi karena dipukul mundur dari Gasibu arahnya ke sini, ke Dago, ke Sulanjana jadi ke sini semua itu," terangnya.
Saat situasi sedang ramai oleh kelompok massa yang mengevakuasi diri, tiba-tiba sekitar pukul 23.30 WIB datang aparat kepolisian dari arah bawah Jalan Wastukencana.
Polisi yang bergerombol masuk ke Jalan Tamansari kemudian mulai menembakkan gas air mata meskipun tidak ada lagi aktivitas di sana.
"Aparat kepolisiannya datangnya dari bawah. Walaupun itu diblokade. jalan cagak (persimpangan) di bawah itu diblokade sama bakar-bakaran kayu sama ban," jelasnya.
Polda Jabar membantah adanya penembakan gas air mata ke arah kampus Unpas dan Unisba Bandung, dini hari tadi, yang menyebabkan 12 orang pingsan.
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jabar di Google News