7 Murid di Depok Menjadi Korban Pelecehan Seksual, Dapat Perlakuan Tak Senonoh Hingga Obrolan 21+
jabar.jpnn.com, DEPOK - Kasus dugaan pelecehan seksual yang dilakukan oleh oknum guru terjadi di salah satu SMP Negeri di Kota Depok.
Salah satu pembina ektrakurikuler, Sarah mengatakan, awalnya informasi tersebut dirinya ketahui melalui media sosial.
Dari rekaman yang beredar, bahwa oknum guru tersebut melontarkan percakapan yang mengarah ke 21 tahun ke atas.
“Kenapa ramai? Karena yang pada saat kejadian bulan puasa ini ada rekamannya. Jadi, untuk korban ini, korban yang pertama, dia sudah sering mendapatkan obrolan-obrolan yang mengarah ke 21 tahun lebih,” ucapnya.
Namun, saat itu korban tidak memiliki bukti. Sehingga pada pertemuan selanjutnya, dirinya merekam percakapan dengan oknum guru tersebut.
Berbekal rekaman percakapan tersebut, kemudian korban pertama ini berusaha melapor bersama orang tuanya ke sekolah.
“Terus juga yang saya dapati, katanya sekolah merasa diselesaikan secara internal dan lain-lain, dianggap sudah selesai. Namun, saat itu korban masih merasa tidak terima, karena kondisinya pada saat penyelesaian masalah itu, korban merasa disudutkan,” ujarnya.
Dia menerangkan pelecahan yang dilakukan ada yang berupa ucapan verbal, dan ada pula yang sentuhan fisik.
Tujuh siswa yang diduga jadi korban pelecehan seksual oleh oknum guru ternyata mendapatkan pelecehan secara verbal hingga sentuhan fisik
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jabar di Google News