Dedi Mulyadi Nangis di Puncak, Giliran Data Center AI Jatiluhur Sikapnya Dipertanyakan

Sabtu, 03 Oktober 2026 – 17:00 WIB
Dedi Mulyadi Nangis di Puncak, Giliran Data Center AI Jatiluhur Sikapnya Dipertanyakan - JPNN.com Jabar
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Foto: Nur Fidhiah Shabrina/JPNN.com

"Itu beda ceritanya, konteksnya beda. Saya waktu yang di Bogor, itu saya mengikuti kegiatan Menteri Lingkungan Hidup dan kegiatan Menko Pak Zulhas. Mereka itu menyegel bangunan yang ada di situ karena provinsi tidak punya kewenangan menyegel," kata Dedi di Bandung, Sabtu (3/10).

Dedi kemudian kembali menjelaskan alasan dirinya sampai menangis ketika berada di Puncak.

Menurutnya, dirinya merasa prihatin melihat kawasan hutan yang digunakan sebagai sarana rekreasi, termasuk fasilitas yang dibangun di antara pepohonan.

"Kemudian saya waktu itu sedih karena lihat ada jembatan gantung yang masuk ke atas pohon. Saya bilang ini jangan. Pohon antar pohon ada jembatan gantung tuh, apa istilahnya, flying fox. Nah, saya keberatan kenapa hutan dijadikan sebagai sarana rekreasi di mana posisi orang berada di atas pohon. Itu enggak boleh," ujarnya.

Dedi juga menegaskan tidak semua bangunan di kawasan Puncak berada dalam kewenangan Pemprov Jabar.

Menurutnya, Pemprov Jabar hanya melakukan eksekusi terhadap satu objek, yakni Hibisc Fantasy milik PT Jaswita, karena berada di bawah kewenangan pemerintah provinsi.

"Dan ingat, di kegiatan-kegiatan yang di Puncak, yang dieksekusi cuma satu yang dilakukan oleh Pemprov, yaitu Hibisc, karena itu kewenangannya Pemprov, yaitu BUMD penyelenggaranya," katanya.

Sementara itu, proyek data center AI Jatiluhur memiliki skala yang jauh lebih besar.

Dedi Mulyadi menyampaikan alasan perbedaan sikapnya saat menyoroti kondisi kawasan hutan di Puncak, dengan pembangunan pusat data AI di Jatiluhur Purwakarta.
Facebook JPNN.com Jabar Twitter JPNN.com Jabar Pinterest JPNN.com Jabar Linkedin JPNN.com Jabar Flipboard JPNN.com Jabar Line JPNN.com Jabar JPNN.com Jabar
JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jabar di Google News