DBH Cuma Cair Rp9 Miliar, Pemkot Bandung Tunda Sejumlah Proyek Infrastruktur
Menurut Farhan, penambahan anggaran untuk sektor persampahan diperlukan untuk mengantispasi kondisi darurat yang sewaktu-waktu dapat terjadi.
Baca Juga:
Dia mencontohkan kejadian kebakaran di sejumlah TPA di daerah lain yang dinilai menjadi peringatan bagi Pemkot Bandung untuk meningkatkan kesiapsiagaan.
"Kedaruratan sampah bisa terjadi kapan pun, mengingat cuaca yang sekarang. Contohnya aja ya, Solo, Semarang, itu TPA-nya terbakar. Kami harus siap menghadapi akibat dari perubahan cuaca tersebut," kata dia.
Dia pun memastikan persoalan defisit sekitar Rp200 miliar telah ditangani. Pemerintah akan menggunakan sisa lebih perhitungan anggaran (silpa) tahun sebelumnya untuk menutup kekurangan tersebut.
"Memang kemudian ada defisit sekitar Rp200-an miliar, tapi Alhamdulillah sudah ter-cover oleh silpa tahun lalu," ungkapnya.
Sementara itu, sejumlah kegiatan dan proyek yang belum jadi prioritas akan ditunda hingga tahun depan. Salah satunya proyek penataan trotoar yang pelaksanaannya akan disesuaikan dengan kemampuan anggaran daerah.
"Kalau yang sekarang berjalan. Tapi ada beberapa titik yang tadinya rencananya mau dikebut. ya terpaksa ditunda dulu. Pos anggaran yang lain mah, yang paling gede itu ya DSDABM," tuturnya.
Selain proyek infrastruktur, Pemkot Bandung juga memangkas sejumlah kegiatan seremonial untuk menghemat anggaran.
Pemkot Bandung terpaksa menunda proyek infrastruktur hingga tahun depan, gegara DBH Rp190 miliar yang tidak cair sepenuhnya.
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jabar di Google News