Aritmia Bisa Tanpa Gejala, Dokter Ungkap Faktor Risiko dan Cara Menjaga Kesehatan Jantung
Risiko meningkat seiring bertambahnya usia
Simon menjelaskan, fibrilasi atrium dapat terjadi pada siapa saja. Namun, risikonya meningkat seiring bertambahnya usia.
Berdasarkan studi Framingham yang dikutip Simon, setelah usia 50 tahun, risiko mengalami fibrilasi atrium dapat meningkat sekitar dua kali lipat setiap penambahan 10 tahun usia.
Sementara itu, hampir 10 persen orang yang mencapai usia 80 tahun diperkirakan dapat mengalami fibrilasi atrium.
Selain usia, terdapat sejumlah faktor lain yang dapat meningkatkan risiko, antara lain tekanan darah tinggi, obesitas, diabetes, gagal jantung, penyakit jantung struktural, gangguan tidur seperti sleep apnea, serta konsumsi alkohol.
"Karena itu, perhatian terhadap faktor risiko menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan jantung dan mengurangi kemungkinan munculnya atau berulangnya fibrilasi atrium," jelasnya.
Fibrilasi atrium berkaitan dengan risiko stroke
Meskipun tidak selalu menimbulkan keluhan, fibrilasi atrium tetap perlu diperhatikan karena kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko stroke.
Fibrilasi atrium merupakan gangguan irama jantung yang dapat terjadi tanpa gejala. Kenali faktor risiko dan cara menjaga kesehatan jantung.
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jabar di Google News