Ekonomi Jabar Tumbuh 5,73 Persen, Permata Bank Bahas Strategi Kelola Kekayaan
Wealth Wisdom memiliki enam pilar, yakni Frugality, Purpose, Health, Relation, Giving, dan Moments. Keenam pilar tersebut menjadi dasar untuk melihat pengelolaan kekayaan secara lebih menyeluruh, termasuk tujuan hidup, kesehatan, hubungan dengan orang lain, kontribusi, dan berbagai pengalaman dalam kehidupan.
Di Bandung, konsep tersebut diterjemahkan melalui tiga kelas yang membahas keberlanjutan usaha dan warisan nilai, kesehatan, serta dinamika pasar dan strategi investasi.
Kelas “Beyond Wealth: A Legacy That Lasts” menghadirkan Shinta Kamdani, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) sekaligus CEO Sintesa Group.
Dalam sesi tersebut, Shinta berbagi pandangan mengenai keberlanjutan bisnis sekaligus pentingnya mempertahankan nilai yang menjadi fondasi perusahaan.
Pembahasan juga mencakup makna legacy yang tidak hanya berbentuk aset, tetapi juga nilai, prinsip, dan kontribusi yang dapat diteruskan kepada generasi berikutnya.
Sementara itu, kelas “Healthy Body, Resilient Mind” menghadirkan dr. Gia Pratama, dokter dan penulis. Sesi tersebut membahas kesehatan fisik dan ketahanan mental sebagai bagian dari upaya menjalani kehidupan secara seimbang.
Dari sisi finansial, kelas “Reading the Market, Building the Future” menghadirkan investor saham Lo Kheng Hong serta Dr. Katarina Setiawan, Chief Economist & Investment Strategist PT Manulife Aset Manajemen Indonesia.
Keduanya membahas perkembangan pasar dan kondisi ekonomi sebagai salah satu pertimbangan dalam melihat peluang dan risiko serta menentukan strategi investasi sesuai kebutuhan jangka panjang.
Permata Bank menghadirkan Wealth Wisdom 2026 di Bandung dengan tema Finding Balance, Building Resilience untuk membahas kekayaan dan investasi.
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jabar di Google News