Insentif SPPG Mau Diubah, Mitra BGN Priangan Timur Minta Kebijakan Dikaji Ulang
Dia menyebut sebagian besar dapur SPPG dibangun menggunakan dana pribadi mitra, bukan anggaran negara.
Bahkan, tidak sedikit mitra yang harus mencari pembiayaan melalui perbankan maupun konsorsium untuk memenuhi kebutuhan investasi awal.
“Bagaimanapun juga, dapur ini dibangun dari nol. Mayoritas menggunakan dana pribadi, bahkan ada yang melakukan pinjaman ke perbankan,” ujarnya.
Di sisi lain, kebutuhan operasional dapur SPPG tidak berhenti setelah pembangunan selesai.
Menurut Ucu, mitra masih harus melakukan perawatan fasilitas, menambah peralatan, meningkatkan kelayakan dapur, hingga memenuhi berbagai kebutuhan administrasi dan standar pelayanan.
Karena itu, insentif yang diterima selama ini menjadi salah satu komponen penting untuk menjaga keberlangsungan operasional dapur.
Ucu menilai evaluasi terhadap penggunaan anggaran memang diperlukan. Namun, menurut dia, perubahan kebijakan seharusnya tidak dilakukan secara mendadak ketika PKS masih berjalan.
“Efisiensi itu seharusnya diberlakukan sejak awal tahun, bukan diubah secara mendadak di tengah masa kontrak PKS yang sedang berjalan,” katanya.
Rencana perubahan insentif SPPG dipersoalkan mitra BGN di Priangan Timur. Mereka mengaku masih menanggung investasi dan cicilan pembangunan dapur.
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jabar di Google News