Insentif SPPG Mau Diubah, Mitra BGN Priangan Timur Minta Kebijakan Dikaji Ulang

Kamis, 01 Oktober 2026 – 21:35 WIB
Insentif SPPG Mau Diubah, Mitra BGN Priangan Timur Minta Kebijakan Dikaji Ulang - JPNN.com Jabar
Para pemilik yayasan dan pengelola SPPG yang berasal dari Pangandaran, Kota Banjar, Ciamis, Garut, hingga Kabupaten Tasikmalaya dalam pertemuan di Rumah Makan Semilir, Jalan Ciawi-Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya, Kamis (1/10/2026). Foto: source for JPNN.

Dia menyebut sebagian besar dapur SPPG dibangun menggunakan dana pribadi mitra, bukan anggaran negara.

Bahkan, tidak sedikit mitra yang harus mencari pembiayaan melalui perbankan maupun konsorsium untuk memenuhi kebutuhan investasi awal.

“Bagaimanapun juga, dapur ini dibangun dari nol. Mayoritas menggunakan dana pribadi, bahkan ada yang melakukan pinjaman ke perbankan,” ujarnya.

Di sisi lain, kebutuhan operasional dapur SPPG tidak berhenti setelah pembangunan selesai.

Menurut Ucu, mitra masih harus melakukan perawatan fasilitas, menambah peralatan, meningkatkan kelayakan dapur, hingga memenuhi berbagai kebutuhan administrasi dan standar pelayanan.

Karena itu, insentif yang diterima selama ini menjadi salah satu komponen penting untuk menjaga keberlangsungan operasional dapur.

Ucu menilai evaluasi terhadap penggunaan anggaran memang diperlukan. Namun, menurut dia, perubahan kebijakan seharusnya tidak dilakukan secara mendadak ketika PKS masih berjalan.

“Efisiensi itu seharusnya diberlakukan sejak awal tahun, bukan diubah secara mendadak di tengah masa kontrak PKS yang sedang berjalan,” katanya.

Rencana perubahan insentif SPPG dipersoalkan mitra BGN di Priangan Timur. Mereka mengaku masih menanggung investasi dan cicilan pembangunan dapur.
Facebook JPNN.com Jabar Twitter JPNN.com Jabar Pinterest JPNN.com Jabar Linkedin JPNN.com Jabar Flipboard JPNN.com Jabar Line JPNN.com Jabar JPNN.com Jabar
JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jabar di Google News