Pasien ISPA Akibat Abu Vulkanis Anak Krakatau Capai 3.335 Kasus, Dinkes Depok Perketat Surveilans

Jumat, 11 September 2026 – 12:00 WIB
Pasien ISPA Akibat Abu Vulkanis Anak Krakatau Capai 3.335 Kasus, Dinkes Depok Perketat Surveilans - JPNN.com Jabar
Ilustrasi semburan abu vulkanis dari erupsi Gunung Anak Krakatau. Foto: GeminiAi

jabar.jpnn.com, DEPOK - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Depok meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi dampak kesehatan akibat sebaran abu vulkanis dari erupsi Gunung Anak Krakatau.

Kewaspadaan tersebut dilakukan dengan memperkuat pemantauan kualitas udara di dalam ruangan serta mengantisipasi potensi peningkatan gangguan saluran pernapasan pada masyarakat.

Pemantauan kualitas udara dalam ruang dilakukan oleh sanitarian puskesmas.

Selain itu, Dinkes Kota Depok memantau perkembangan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) yang dilaporkan melalui aplikasi RI DHIS2 Kementerian Kesehatan.

Berdasarkan data tersebut, kasus ISPA di Kota Depok yang terlaporkan tercatat sebanyak 281 kasus pada 7 September 2026.

Jumlah tersebut kemudian meningkat menjadi 1.619 kasus pada 8 September 2026, sebelum berada di angka 1.435 kasus pada 9 September 2026.

Kepala Dinkes Kota Depok Devi Maryori mengatakan, peningkatan kasus tersebut menjadi sinyal penting bagi pemerintah daerah untuk memperketat pemantauan kondisi kesehatan masyarakat.

"Peningkatan gangguan pernapasan tersebut menjadi sinyal kewaspadaan epidemiologis, terutama dalam situasi adanya potensi paparan abu vulkanis. Abu vulkanis mengandung partikel halus yang dapat mengiritasi saluran pernapasan dan memperberat keluhan pada kelompok rentan," kata Devi.

Kasus ISPA diduga akibat abu vulkanis Gunung Anak Krakatau mencapai 3.335 kasus, Dinkes Depok memperketat surveilans
Facebook JPNN.com Jabar Twitter JPNN.com Jabar Pinterest JPNN.com Jabar Linkedin JPNN.com Jabar Flipboard JPNN.com Jabar Line JPNN.com Jabar JPNN.com Jabar
JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jabar di Google News