Wakasek SMAN 1 Pamanukan Subang Dinonaktifkan Imbas Kasus Dugaan Pelecehan

Selasa, 08 September 2026 – 16:30 WIB
Wakasek SMAN 1 Pamanukan Subang Dinonaktifkan Imbas Kasus Dugaan Pelecehan - JPNN.com Jabar
Ilustrasi pelecehan seksual. Foto: Dok JPNN.com

jabar.jpnn.com, SUBANG - Dinas Pendidikan (Disdik) Jawa Barat mengambil langkah tegas menyikapi dugaan pelecehan terhadap siswa di SMAN 1 Pamanukan, Kabupaten Subang.

Oknum Wakil Kepala Sekolah (Wakasek) yang diduga terlibat dalam kasus tersebut dinonaktifkan dari jabatan struktural sekaligus dilarang menjalankan tugas mengajar hingga proses pemeriksaan dan penanganan disiplin selesai.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Jawa Barat, Purwanto, mengatakan, langkah tersebut diambil menyusul pemeriksaan awal terhadap dugaan pelecehan yang mencuat di sekolah tersebut. 

"Ya itu sementara yang bersangkutan dinonaktifkan. Dinonaktifkan dari jabatannya sebagai wakil kepala sekolah dan dinonaktifkan dari tugas mengajar," kata Purwanto saat dikonfirmasi, Selasa (8/9/2026).

Purwanto menegaskan, oknum tersebut tidak diperbolehkan kembali mengajar hingga proses pemeriksaan dan penanganan disiplin selesai dilakukan.

"Jadi dia tidak boleh mengajar lagi sampai nanti kita usulkan ke BKD untuk dilakukan apa, BAP dan hukuman disiplin yang diberikan kepada yang bersangkutan. Untuk dari atasan langsung sudah dinonaktifkan," tegasnya.

Disdik Jabar menyebut pemeriksaan awal telah menemukan sejumlah fakta yang mengarah pada dugaan tindakan tersebut.

Informasi diperoleh dari kepala sekolah, bukti percakapan melalui pesan, penuturan teman korban, hingga keterangan dari pihak yang bersangkutan.

Wakasek SMAN 1 Pamanukan Subang dinonaktifkan dan dilarang mengajar setelah diduga melakukan pelecehan terhadap siswinya.
Facebook JPNN.com Jabar Twitter JPNN.com Jabar Pinterest JPNN.com Jabar Linkedin JPNN.com Jabar Flipboard JPNN.com Jabar Line JPNN.com Jabar JPNN.com Jabar
JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jabar di Google News