Karhutla Meluas, Dedi Mulyadi Minta Jalur Pendakian di Cianjur dan Bogor Ditutup Sementara
jabar.jpnn.com, BANDUNG - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi meminta Pemerintah Kabupaten Cianjur dan Bogor menutup sementara jalur untuk pendakian.
Hal ini guna menghindari kebekaran hutan dan lahan (karhutla) dalam kondisi kemarau yang disertai dengan fenomena El Nino.
Dedi mengatakan, kepala daerah ada baiknya segera membuat kebijakan untuk menunda terlebih dahulu kegiatan mendaki gunung di wilayah masing-masing. Sebab potensi kebakaran saat ini tidak hanya terjadi karena faktor cuaca saja.
"Bupati Cianjur dan Bupati Bogor, serta daerah-daerah yang gunungnya digunakan untuk dilakukan kegiatan panjat gunung, sebaiknya ditunda dulu sementara," kata Dedi di Bandung, Minggu (30/8/2026).
Karhutla, kata Dedi, bisa dipicu oleh puntung rokok yang kemudian diperparah dengan cuaca panas yang kini tengah dirasakan di seluruh wilayah Jabar. Sehingga, dia meminta agar aktivitas pendakian ditunda terlebih dahulu.
"Karena banyak orang yang manjat gunung itu, itu bawa rokok dan bakar. Nah, sementara lah. Karena bikin bakar aja nggak terkendali jadi kebakaran. Sementara ini menurut saya tunda dulu, karena tidak semua orang disiplin ya," tuturnya.
Selain itu, Dedi juga mengimbau agar pemerintah daerah se-Jawa Barat bisa mulai menerapkan mitigasi terjadinya kebakaran di area Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) sampah masing-masing.
"Kalau TPA kan bupati-bupatinya harus segera tanggap di lingkungan TPA-nya masing-masing. Kalau menurut saya sih, hindarkan orang bawa korek api dan rokok ke tempat TPA," jelas dia.
Dedi Mulyadi meminta pendakian gunung di Cianjur dan Bogor ditunda sementara untuk mencegah karhutla di tengah kemarau dan El Nino.
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jabar di Google News