Operasi Pesta Copet, Debut Sutradara Edy Khemod Penuh Tantangan
Kondisi tersebut membuat tim tidak memiliki kesempatan untuk mengulang adegan apabila terjadi kesalahan.
Produser Dipa Andika mengatakan persiapan untuk melakukan syuting di Pestapora bahkan sudah dilakukan sejak penyelenggaraan festival pada 2024.
"Syutingnya saat Pestapora 2025, tapi kami sudah persiapan sejak Pestapora 2024. Kami melihat panggung mana yang memungkinkan untuk menjadi bagian dari set syuting. Jadi menurut kami syuting di Pestapora adalah yang tersulit, karena itu adalah adegan yang tidak bisa mengulang," kata Dipa dalam konferensi pers di Bandung, Minggu (30/8/2026).
Khemod juga mengungkapkan salah satu adegan tersulit adalah bagian akhir film ketika para karakter harus naik ke atas panggung.
"Salah satu yang paling sulit dan menjadi tantangan adalah adegan terakhir di film ini, saat naik ke panggung, dengan waktu syuting yang pendek," ucapnya.
Tantangan lainnya muncul ketika geng copet harus melakukan adegan latihan mencopet di sebuah konser sebelum mendatangi Pestapora.
Khemod mengatakan tim harus membuat adegan wall of death yang melibatkan sekitar 500 orang dan dilakukan berulang kali.
"Tantangan lainnya adalah ketika geng copet ini mereka ‘latihan nyopet’ dulu di konser, sebelum datang ke Pestapora. Jadi kami membuat adegan wall of death, dan itu harus diulang berkali-kali, dengan 500 orang yang terlibat," jelasnya
Film debut sutradara Edy Khemod, Operasi Pesta Copet, tayang di bioskop. Syuting di Pestapora menjadi salah satu tantangan terberat.
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jabar di Google News