Tanpa APBD atau APBN, Warga Depok Swadaya Lebarkan Jalan Rapika
Menurut dia, tingginya aktivitas kendaraan di jalan tersebut kerap menyebabkan kemacetan, terutama ketika kendaraan roda empat melintas dari arah berlawanan.
"Ini jalan alternatif yang memang sangat ramai yang melintas. Tetapi kondisi jalannya sempit. Jika ada roda empat lewat, macetnya luar biasa. Bahkan, sampai ada pengendara masuk got," ujarnya.
Kondisi tersebut, lanjut Suryadi, juga berdampak terhadap aktivitas warga yang tinggal di sekitar jalan.
"Warga sini juga kadang keluar rumah jadi malas karena macet banget," katanya.
Atas kondisi tersebut, warga kemudian bermusyawarah untuk mencari solusi. Mereka sepakat melakukan pelebaran jalan secara swadaya dengan menutup sebagian saluran drainase menggunakan beton.
"Kami ngecrek ke warga dan pengguna jalan yang melintas. Alhamdulillah pengerjaan selesai. Bahkan, yang tadinya saya berniat penutupan saluran air hanya 80 meter, ternyata melebihi rencana menjadi 100 meter lebih," ungkapnya.
Kumpulkan Dana Sekitar Rp50 Juta
Suryadi menyebut total anggaran yang terkumpul untuk pengerjaan tersebut mencapai sekitar Rp50 juta. Dana tersebut diperoleh melalui partisipasi masyarakat dan pengguna jalan.
Warga Jalan Rapika, Rangkapan Jaya Baru, Depok, patungan sekitar Rp50 juta untuk pelebaran jalan dan perbaikan drainase secara swadaya tanpa bantuan APBD/APBN
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jabar di Google News