Gempa 7,7 Magnitudo Guncang Flores, Badan Geologi Ungkap Indikasi Likuifaksi di Waekokak

Minggu, 16 Agustus 2026 – 20:30 WIB
Gempa 7,7 Magnitudo Guncang Flores, Badan Geologi Ungkap Indikasi Likuifaksi di Waekokak - JPNN.com Jabar
Ilustrasi gempa bumi. Ilustrator: Sultan Amanda/JPNN.com

jabar.jpnn.com, BANDUNG - Gempa bumi magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15/8/2026), memunculkan indikasi terjadinya likuifaksi di wilayah Waekokak.

Badan Geologi Kementerian Energi, Sumber Daya Mineral (ESDM) menemukan adanya mata air yang keluar beberapa saat setelah gempa terjadi.

"Jenis likuifaksi berupa semburan air berpasir atau lumpur," kata Kepala Badan Geologi ESDM Lana Saria, Minggu (16/8/2026).

Dia menjelaskan, likuifaksi tersebut dapat menimbulkan dampak berupa kerusakan tanah serta pondasi yang relatif rendah hingga sedang.

Namun, kondisi likuifaksi di Waekokak disebut tidak seperti yang terjadi di Palu.

"Likuifaksi ini masih dalam kategori relatif aman dan bukan seperti kasus likuifaksi tipe Palu yang dapat mengalir jauh," tuturnya.

Ia melanjutkan, pihaknya masih perlu memastikan dengan identifikasi lapangan untuk memastikan apakah likuifaksi atau bukan.

Sementara itu, gempa bumi yang terjadi dipicu oleh Sesar Naik Busur Belakang Flores.

Gempa M7,7 mengguncang Flores, NTT. Badan Geologi mengungkap indikasi likuifaksi di Waekokak semburan air berpasir atau lumpur.
Facebook JPNN.com Jabar Twitter JPNN.com Jabar Pinterest JPNN.com Jabar Linkedin JPNN.com Jabar Flipboard JPNN.com Jabar Line JPNN.com Jabar JPNN.com Jabar
JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jabar di Google News