Endang Setyawati Tohari Dorong Kementan Perkuat Pengawasan Demi Berantas Mafia Beras

Jumat, 31 Juli 2026 – 21:30 WIB
Endang Setyawati Tohari Dorong Kementan Perkuat Pengawasan Demi Berantas Mafia Beras - JPNN.com Jabar
Anggota Komisi IV DPR RI, Endang Setyawati Tohari saat berdiskusi bersama awak media di Mako PWI Kota Bogor. Foto: Yogi Faisal/JPNN.com

jabar.jpnn.com, KOTA BOGOR - Anggota Komisi IV DPR RI, Endang Setyawati Tohari, mendorong Kementerian Pertanian (Kementan) memperkuat pengawasan serta meningkatkan dukungan anggaran dalam upaya memberantas praktik yang disebut sebagai mafia beras.

Menurut Endang, praktik tersebut dinilai tidak hanya merugikan petani, tetapi juga berpotensi mengganggu ketahanan pangan nasional.

Oleh karena itu, pemerintah perlu mengambil langkah yang lebih tegas dan terukur untuk memperbaiki tata niaga beras dari tingkat produksi hingga distribusi.

Pernyataan tersebut disampaikan Endang usai menggelar kegiatan Penyerapan Aspirasi Masyarakat di Sekretariat Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Bogor, Jumat (31/7/2026).

“Langkah kita mendorong Kementerian Pertanian dengan memberikan anggaran yang cukup untuk pengawasan. Kemudian kita juga ikut memberikan nama-nama mafia beras itu. Karena memang mereka yang mencelakakan kita dan praktiknya sudah mengakar sampai ke petani-petani,” ujar Endang.

Ia mengatakan Komisi IV DPR RI terus mendorong pemerintah memperkuat pengawasan terhadap rantai pasok dan tata niaga beras guna melindungi petani serta menjaga stabilitas pangan.

Praktik Ijon Dinilai Masih Membebani Petani

Endang menyoroti praktik ijon yang masih terjadi di sejumlah wilayah. Dalam sistem tersebut, hasil panen petani telah dibeli oleh tengkulak sebelum masa panen tiba.

Anggota Komisi IV DPR RI Endang Setyawati Tohari mendorong Kementan memperkuat pengawasan dan anggaran untuk memberantas mafia beras serta melindungi petani
Facebook JPNN.com Jabar Twitter JPNN.com Jabar Pinterest JPNN.com Jabar Linkedin JPNN.com Jabar Flipboard JPNN.com Jabar Line JPNN.com Jabar JPNN.com Jabar
JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jabar di Google News