Wamen PU Dorong Hortikultura Menjadi Infrastruktur Hidup dalam Pembangunan Lanskap Berkelanjutan
Menurutnya, berbagai kota di dunia saat ini menghadapi tantangan yang semakin kompleks akibat perubahan iklim, peningkatan suhu perkotaan, hingga berkurangnya ruang terbuka hijau.
Oleh karena itu, taman dan kawasan hijau tidak lagi dipandang sekadar elemen estetika, melainkan telah berkembang menjadi living infrastructure yang memiliki fungsi ekologis dalam menjaga kualitas lingkungan, meningkatkan kesehatan masyarakat, melestarikan keanekaragaman hayati, serta memperkuat ketahanan kota terhadap dampak perubahan iklim.
Wiwiek menjelaskan bahwa tema "Horticulture as the Living Infrastructure for Sustainable Landscapes" dipilih untuk mengajak seluruh pemangku kepentingan melihat tanaman sebagai elemen hidup yang memiliki fungsi ekologis sekaligus berkontribusi terhadap keberlanjutan lingkungan.
Ia menilai Indonesia memiliki potensi besar melalui kekayaan tanaman tropis dan industri hortikultura yang terus berkembang.
Di sisi lain, arsitek lanskap memiliki kompetensi dalam merancang ruang yang estetis, fungsional, dan berkelanjutan.
"Ketika kedua kekuatan ini dipadukan, tidak hanya menghasilkan lanskap yang menarik secara visual, tetapi juga ruang yang lebih sehat, tangguh, dan bermakna bagi masyarakat," ujarnya.
Melalui penyelenggaraan International Lecture Series 2026, Wiwiek berharap forum tersebut dapat menjadi ruang berbagi pengetahuan, memperluas jejaring profesional, serta membuka peluang kolaborasi berkelanjutan antara industri hortikultura dan profesi arsitek lanskap, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Forum ini diharapkan mampu mendorong lahirnya berbagai inovasi dalam pembangunan lanskap yang adaptif terhadap perubahan iklim sekaligus memperkuat sinergi lintas sektor dalam mewujudkan infrastruktur hijau yang berkelanjutan di Indonesia. (mar7/jpnn)
International Lecture Series 2026 di Kebun Raya Bogor bahas peran hortikultura sebagai living infrastructure untuk mendukung pembangunan lanskap berkelanjutan
Redaktur & Reporter : Yogi Faisal
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jabar di Google News