Kapolda Jabar Persilakan Masyarakat Minta Pengawalan Polisi jika Pulang Larut Malam
Sebelumnya, belakangan ini, kejadian begal kerap terjadi di sejumlah wilayah Kota Bandung. Hal itu membuat masyarakat resah. Adinda Religia, wanita asal Kopo Sayati, menjadi salah satu warga Bandung yang khawatir dengan kejahatan jalanan itu.
Perempuan 25 tahun itu merupakan pekerja di salah satu perusahaan yang berlokasi di Jalan Rajawali. Di hari kerja, ia mesti bolak-balik dari rumahnya di Margahayu, Kabupaten Bandung ke Kota Bandung menggunakan sepeda motor.
Aksi begal yang akhir-akhir ini meresahkan masyarakat membuatnya takut pulang sendirian. Agar terhindar dari marabahaya, Adinda meminta pengawalan kepada kepolisian.
"Itu hari Senin, pulang dari arah Rajawali ke Kopo, di daerah Sayati. Awalnya tau berita red zone di daerah Soekarno Hatta dan Flyover Kopo, ada yang story-in, pulang jam 10 malam, kerja di salah satu perusahaan," kata Adinda.
Menurutnya, saat itu dia bersama dua temannya yang juga hendak pulang ke arah yang sama. Karena takut, akhirnya ia menghubungi call center kepolisian.
"Hubungi Polisi 110. Neleponlah, karena lumayan takut, terus coba telepon dan diangkat, lalu ngejelasin ini red zone, saya lewat Soeta, saya minta anter buat pulang kerja dari arah Rajawali ke Kopo bisa gak? Kata polisinya boleh. Nelpon pukul 21.48 WIB, datang pas pukul 22.34 WIB," tuturnya.
Selama perjalanan pulang, Adinda bersama dua temannya menaiki sepeda motor, sementara mobil polisi mengawal mereka. Posisinya mereka di depan dan mobil polisi di belakangnya.
"Saya iring-iringan tiga motor, polisinya beberapa orang di mobil. Dua cewe, satu cowok, semuanya ke arah Kopo," ujarnya.
Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Pipit Rismanto mempersilakan masyarakat untuk meminta pengawalan ke polisi apabila pulang terlalu larut malam.
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jabar di Google News