Tradisi Nadran Kembali Digelar di Muaragembong Bekasi, Nelayan Melarungkan Kepala Kerbau ke Laut
Selain sebagai wujud syukur, kegiatan tersebut juga menjadi upaya masyarakat untuk menjaga dan melestarikan tradisi yang telah lama menjadi bagian dari identitas budaya masyarakat pesisir Muaragembong.
Baca Juga:
"Melalui kegiatan ini pula, para nelayan berharap terus diberi keberkahan melalui tangkapan ikan yang melimpah sehingga dapat menghidupi keluarga mereka, karena hasil laut merupakan sumber penghidupan nelayan," katanya.
Rasim mengungkapkan, pelaksanaan Nadran tahun ini menjadi yang paling meriah setelah kegiatan tersebut sempat tidak diselenggarakan pada 2025.
Saat itu, banyak nelayan memilih tidak melaut akibat kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) dan liquefied petroleum gas (LPG).
"Tahun ini alhamdulillah sangat meriah, peserta lebih antusias. Terakhir kami gelar tahun 2024, sedangkan pada 2025 tidak diadakan karena banyak nelayan yang tidak melaut saat itu," ujarnya.
Ia juga menyampaikan bahwa penyelenggaraan pesta laut tahun ini hampir sepenuhnya dibiayai secara swadaya oleh masyarakat. Menurutnya, dukungan pemerintah terhadap pelestarian tradisi tersebut masih terbatas.
"Hampir setiap tahun tidak ada dukungan dari pemerintah, semua swadaya. Harapan kami pemerintah lebih peduli terhadap tradisi-tradisi seperti ini," kata Rasim.
Di sisi lain, ia menyoroti persoalan yang masih dihadapi para nelayan di Muaragembong, yakni kesulitan memperoleh BBM dan LPG dengan harga yang terjangkau untuk kebutuhan operasional melaut.
Sekitar 700 hingga 800 kapal nelayan mengikuti tradisi Nadran 2026 di Desa Pantai Bahagia, Muaragembong, Kabupaten Bekasi
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jabar di Google News