Jelang Masuk Sekolah, Omzet Pedagang Seragam di Cikarang Bekasi Melonjak hingga 50 Persen
Selain melayani pembelian secara eceran, tokonya juga memasok seragam sekolah ke sejumlah pasar di wilayah Kabupaten Bekasi. Dalam satu pekan, ratusan potong seragam berhasil terjual.
"Sudah ratusan potong terjual. Tidak hanya untuk pembeli di sekitar sini, tetapi juga dikirim ke berbagai pasar di Bekasi. Kalau pengiriman sudah menggunakan karungan sehingga sulit dihitung satu per satu," ujarnya.
Kondisi serupa juga dirasakan pemilik toko seragam lainnya di Pasar Baru Cikarang, Herlina. Ia mengatakan permintaan mulai meningkat sejak hampir dua bulan lalu dan penjualan tahun ini lebih baik dibandingkan tahun 2025.
Meningkatnya aktivitas perdagangan membawa dampak positif terhadap pendapatan pedagang. Namun, di sisi lain, mereka juga menghadapi kenaikan harga bahan baku dan biaya produksi.
Meski demikian, Herlina memilih menaikkan harga jual secara terbatas agar tetap terjangkau bagi masyarakat.
"Kami hanya menaikkan harga sekitar Rp2.000 per potong supaya tidak terlalu membebani pembeli," katanya.
Saat ini, harga seragam sekolah masih tergolong stabil. Seragam atasan SD dijual mulai Rp50.000 per potong, sedangkan celana atau rok dibanderol mulai Rp70.000. Adapun harga seragam SMP dan SMA disesuaikan dengan jenis serta ukuran pakaian.
Herlina berharap pasokan bahan baku tetap tersedia sehingga proses produksi dapat berjalan lancar. Menurutnya, permintaan diperkirakan masih akan tinggi hingga hari pertama masuk sekolah.
Penjualan seragam sekolah di Pasar Baru Cikarang, Kabupaten Bekasi, melonjak lebih dari 50 persen menjelang tahun ajaran baru 2026/2027
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jabar di Google News