Mengenal Program Wisata Keberagaman Kota Depok yang Kini Dihentikan Sementara Gegara Telan Korban Jiwa
jabar.jpnn.com, DEPOK - Pemerintah Kota (Pemkot) Depok menghentikan sementara pelaksanaan Program Wisata Keberagaman setelah seorang peserta asal Kelurahan Serua, Kecamatan Bojongsari, dilaporkan meninggal dunia saat mengikuti kegiatan tersebut.
Selain penghentian sementara, pemerintah daerah juga akan melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan program.
Program Wisata Keberagaman merupakan salah satu program unggulan pada masa kepemimpinan Wali Kota Depok Supian Suri dan Wakil Wali Kota Depok Chandra Rahmansyah.
Program yang mulai dijalankan pada tahun ini bertujuan membangun kebersamaan serta memperkuat kohesi sosial di tengah masyarakat Kota Depok yang memiliki latar belakang budaya dan agama yang beragam.
Sekretaris Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kota Depok, Mohamad Fahrizal, menjelaskan bahwa konsep program tersebut berawal dari gagasan wisata religi.
Menurut dia, wisata religi selama ini cukup diminati masyarakat Kota Depok, terutama kelompok pengajian yang kerap melakukan perjalanan ke sejumlah lokasi bersejarah Islam di luar wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek).
Namun, dalam proses penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), konsep tersebut dikembangkan menjadi Wisata Keberagaman agar memiliki cakupan yang lebih luas.
"Kata wisata religi dipandang terlalu kecil, sehingga kemudian dinarasikan ulang menjadi wisata keberagaman," ujar Fahrizal sebagaimana dikutip dari situs resmi Pemerintah Kota Depok.
Mengenal program wisata keberagaman Kota Depok yang kini dihentikan sementara buntut tewasnya satu peserta saat mengikuti kegiatan tersebut
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jabar di Google News