Yayasan Nurul Huda Conggeang Bongkar Dugaan Peretasan Akun MBG, 7 Kepala SPPG Ikut Terseret
Hingga saat ini, kata dia, yayasan tidak pernah menerima pemberitahuan resmi terkait pencabutan kewenangan pengelolaan akun maker pada tujuh SPPG yang mereka operasikan.
Namun, situasi berubah pada pertengahan April 2026. Eka mengaku menerima pemberitahuan dari Bank BRI yang menyatakan bahwa sejumlah akun maker milik yayasan untuk operasional lima SPPG di Sumedang telah beralih kendali kepada pihak lain yang tidak diketahui identitasnya.
"Pada tanggal 13 April 2026 tiba-tiba muncul pemberitahuan dari Bank BRI bahwa akun maker milik Yayasan Nurul Huda Conggeang untuk operasional SPPG Tarikolot 2 Sumedang, SPPG Kota Kaler 5 Sumedang, SPPG Sukamulya Sumedang, SPPG Girimukti Sumedang, dan SPPG Pamulihan 3 Sumedang telah beralih kepada pihak lain yang tidak jelas dan bukan perwakilan sah Yayasan Nurul Huda Conggeang. Padahal akun maker melekat pada Yayasan," tuturnya.
Dua hari kemudian, kejadian serupa kembali terjadi. Pada 15 April 2026, yayasan menerima notifikasi dari Bank BNI yang menyebut akun maker untuk operasional SPPG Pamijahan 4 dan SPPG Leuwiliang 4 di Kabupaten Bogor juga telah berpindah kendali kepada pihak lain yang bukan bagian dari yayasan.
Merasa ada kejanggalan, Yayasan Nurul Huda Conggeang mengaku segera melaporkan persoalan tersebut kepada berbagai pihak di lingkungan BGN.
Laporan disampaikan mulai dari Kepala SPPG, Koordinator Wilayah SPPG Sumedang, hingga KPPG Cirebon Raya.
"Yayasan telah melaporkan hal ini kepada aparat BGN di semua tingkatan, Yayasan telah melapor kepada 7 (tujuh) Kepala SPPG, telah melapor kepada Koordinator Wilayah (Korwil) SPPG Sumedang, telah melapor kepada KPPG Cirebon Raya, anehnya semua laporan tersebut tidak pernah ada tanggapan. Yayasan tidak pernah dimintai keterangan atas semua laporan tersebut," ungkapnya.
Selain melaporkan dugaan peretasan, yayasan juga mengirimkan surat kepada tujuh Kepala SPPG agar tidak memberikan persetujuan pencairan dana belanja selama persoalan pengendalian akun maker belum jelas.
Yayasan Nurul Huda Conggeang mengungkap dugaan peretasan akun maker 7 SPPG MBG dan meminta BGN mengaudit aliran dana dari rekening virtual sejak April 2026.
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jabar di Google News