Bedah Buku Prof Sajogyo di IPB Bogor Ungkap Warisan Pemikiran tentang Desa dan Gizi Nasional
Menurut Ivanovich, Prof Sajogyo merupakan tokoh akademik yang memiliki pengaruh besar dalam perkembangan ilmu sosiologi, isu agraria, serta upaya penanggulangan kemiskinan di Indonesia.
Baca Juga:
“Poin-poin penting mengenai profil, kontribusi, dan warisan pemikiran Prof. Sajogyo sangat relevan di tengah perkembangan dunia saat ini lewat teknologi. Almarhum berpikir bagaimana gizi dari makanan yang dimakan, bukan berapa piring yang dihabiskan,” ujar Ivanovich kepada wartawan.
Ia menjelaskan, Prof Sajogyo lahir dengan nama Sri Kusumo Kampto Utomo pada 21 Mei 1926 di Karanganyar, Jawa Tengah, dan wafat pada 17 Maret 2012.
Karier akademik Prof Sajogyo di IPB dinilai sangat berpengaruh, terutama melalui gagasannya mengenai kedaulatan rakyat atas tanah serta pemenuhan gizi bagi masyarakat pedesaan dan petani.
Ivanovich juga menyebut Prof Sajogyo menikah dengan Pudjiwati Sajogyo yang juga merupakan guru besar sosiologi pedesaan di IPB.
Menurutnya, rumah peninggalan Prof Sajogyo di kawasan Malabar, Bogor Tengah, Kota Bogor, yang dahulu menjadi tempat lahirnya berbagai ide dan gagasan pembangunan desa, kini telah dihibahkan menjadi milik Sajogyo Institute. (mar7/jpnn)
Rankaian kegiatan bedah buku karya Prof. Dr. Ir. Sajogyo mulai digelar di kawasan IPB University, Dramaga, Kabupaten Bogor, Selasa (19/5/2026)
Redaktur & Reporter : Yogi Faisal
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jabar di Google News