Ngubek Empang, Tradisi Betawi Depok yang Menyatukan Kebersamaan dan Kenangan Lebaran
Keunikan lain dari ngubek empang terletak pada aturan mainnya. Peserta dilarang menggunakan alat bantu seperti jaring, pancing, maupun serokan.
Semua harus turun langsung ke dalam empang dan menangkap ikan dengan tangan kosong.
“Di situlah letak keseruannya. Semua orang setara, sama-sama berjuang di lumpur,” kata Nina.
Istilah “ngubek” sendiri berasal dari kebiasaan warga mengaduk-aduk air empang agar ikan menjadi mudah ditangkap.
Tradisi ini bahkan telah ada sejak masa kolonial Belanda, ketika empang besar sulit dikeringkan sehingga metode tersebut menjadi solusi efektif.
Seiring waktu, ngubek empang tidak hanya bertahan sebagai tradisi, tetapi juga berkembang menjadi atraksi budaya yang diminati berbagai kalangan.
Tradisi ini mulai dilirik sebagai bagian dari olahraga tradisional karena melibatkan kekuatan fisik, strategi, dan ketangkasan.
“Karena unsur fisiknya kuat dan penuh strategi, tradisi ini sedang diusulkan menjadi olahraga tradisional resmi,” jelas Nina.
Nina Suzana ungkap kisah di balik tradisi ngubek empang bagi warga Betawi Depok menjelang Hari Raya Idulfitri. Simak kisah lengkapnya di sini
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jabar di Google News