Ngubek Empang, Tradisi Betawi Depok yang Menyatukan Kebersamaan dan Kenangan Lebaran
jabar.jpnn.com, DEPOK - Lumpur yang basah, tawa yang pecah dan tangan-tangan yang sibuk meraba air keruh menjadi pemandangan khas dalam tradisi ngubek empang.
Bagi masyarakat Betawi Depok, tradisi ini bukan sekadar kegiatan menangkap ikan, melainkan warisan budaya yang sarat makna kebersamaan dan sejarah panjang.
Tradisi ngubek empang hingga kini masih lestari dan menjadi bagian penting dalam rangkaian perayaan Lebaran Depok.
Di balik keseruannya, tersimpan kisah tentang bagaimana masyarakat tempo dulu menyiasati keterbatasan ekonomi dengan cara yang kreatif dan penuh gotong royong.
Sekretaris Umum KOOD Berbudaya, Nina Suzana, mengungkapkan bahwa pada masa lalu empang bukan hanya sumber pangan, tetapi juga simbol kebersamaan warga.
“Dulu masyarakat menjadikan empang seperti celengan bersama. Mereka patungan membeli bibit ikan, lalu dibesarkan selama setahun untuk dipanen menjelang Lebaran,” ujarnya.
Konsep tersebut dikenal sebagai semacam “arisan ikan”, di mana seluruh warga, termasuk yang memiliki keterbatasan ekonomi, dapat menikmati hidangan ikan saat Hari Raya Idulfitri.
Tradisi ini menjadi wujud nyata solidaritas sosial di tengah kehidupan masyarakat.
Nina Suzana ungkap kisah di balik tradisi ngubek empang bagi warga Betawi Depok menjelang Hari Raya Idulfitri. Simak kisah lengkapnya di sini
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jabar di Google News