Cerita Sony Sonjaya, Program Makan Bergizi Gratis Dibangun Tanpa Kontrak, Modal Kepercayaan
Dalam perjalanannya, tantangan lain yang tak kalah penting adalah pengumpulan data penerima manfaat. Sony bersama tim melakukan konsolidasi data dari berbagai sumber, mulai dari Babinsa di lapangan hingga basis data pemerintah seperti Dapodik, Kemenag, dan BKKBN.
Baca Juga:
Berbekal pengalaman panjang di kepolisian, khususnya dalam pengembangan sistem pelaporan dan manajemen data, Sony kemudian merancang sistem pelaporan khusus untuk program MBG.
“Sejak awal saya berpikir, program ini harus berbasis data. BGN harus siap menjawab setiap saat berapa jumlah dapur, penerima manfaat, hingga porsi yang didistribusikan,” ungkapnya.
Tahap awal sistem tersebut diberi nama PPMBG yang dirancang untuk mendukung operasional 100 SPPG awal. Selanjutnya, sistem terus dikembangkan dengan dukungan tim dari PT Telkom, termasuk fitur fleet management dan POP untuk mendukung operasional dapur percontohan.
Salah satu pilot project program MBG dijalankan di Warung Kiara dan dapur Bojong Koneng, yang menjadi titik awal implementasi sistem tersebut.
Sony menegaskan, keberhasilan program MBG tidak lepas dari kolaborasi berbagai pihak yang sejak awal percaya dan berkomitmen.
“Program ini dibangun dari kepercayaan dan kerja bersama. Itu yang menjadi fondasi utama hingga sekarang,” pungkasnya. (mar5/jpnn)
Irjen Pol (Purn) Sony Sonjaya mengungkap cerita di balik lahirnya program Makan Bergizi Gratis yang dirintis dari keterbatasan dan keyakinan.
Redaktur & Reporter : Ridwan Abdul Malik
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jabar di Google News