Pemprov Jabar Siap Jadikan Sumedang Sebagai Pusat Budaya Sunda
Menurut Dedi, seluruh elemen tersebut akan diarahkan untuk memiliki karakter khas Sunda yang sederhana, tertib, tetapi sarat makna.
“Jalan, ruang publik, sampai detail kota harus punya rasa Sunda. Bukan hanya indah, tetapi juga mengingatkan pada asal-usul,” katanya.
Konsep pembangunan berbasis budaya ini juga diarahkan untuk memperkuat kawasan pendidikan di Sumedang.
Diharapkan, kawasan tersebut dapat menjadi ruang tumbuh bagi generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kedekatan dengan nilai-nilai budaya lokal.
Lebih lanjut, Dedi Mulyadi menyebut kegiatan Kirab Mahkota Binokasih yang digelar pada Sabtu (2/5) malam sebagai simbol perjalanan panjang peradaban Sunda.
Namun, ia menegaskan bahwa kegiatan tersebut harus diikuti dengan langkah nyata dalam pembangunan.
“Ini bukan sekadar seremoni, tetapi perjalanan untuk membangun masa depan. Sumedang harus menjadi contoh bagaimana budaya menjadi dasar pembangunan,” tegasnya.
Dengan mengusung semangat gotong royong, Pemerintah Provinsi Jawa Barat berharap seluruh elemen masyarakat dapat berperan aktif dalam mewujudkan Sumedang sebagai pusat budaya Sunda yang autentik.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyiapkan Kabupaten Sumedang sebagai kawasan strategis berbasis penguatan budaya Sunda
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jabar di Google News