Biaya Angkut Sampah Pemkab Bogor Capai Rp100 Miliar Per Tahun
jabar.jpnn.com, KABUPATEN BOGOR - Bupati Bogor, Rudy Susmanto, mendorong pemberdayaan desa dalam pengelolaan sampah sebagai langkah strategis untuk menekan biaya pengangkutan yang mencapai lebih dari Rp100 miliar per tahun sekaligus menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat.
Hal tersebut disampaikan Rudy usai rapat bantuan keuangan akselerasi desa bersama Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) di Pendopo Bupati, Cibinong, Rabu (30/4).
Ia menjelaskan, Kabupaten Bogor dengan jumlah penduduk sekitar 6,19 juta jiwa menghasilkan sampah sekitar 3.000 ton per hari.
Angka tersebut didasarkan pada asumsi setiap warga menghasilkan rata-rata setengah kilogram sampah per hari.
Namun demikian, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor saat ini baru mampu mengangkut sekitar 1.500 ton sampah per hari.
Kondisi ini menyebabkan sebagian besar sampah harus ditangani langsung di tingkat desa.
“Dari 1.500 ton itu membutuhkan biaya lebih dari Rp100 miliar per tahun. Maka kami ingin lebih efektif, lebih efisien, dan ini bisa menjadi potensi pendapatan ekonomi bagi desa masing-masing,” ujar Rudy.
Menurutnya, pengelolaan sampah di tingkat desa tidak memiliki keterkaitan langsung dengan proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) yang direncanakan akan dibangun di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Galuga.
Biaya angkut sampah Kabupaten Bogor capai Rp100 miliar per tahun. Atas dasar hal itu, Pemkab Bogor meminta sampah harus mulai dikelola di tingkat desa
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jabar di Google News