Kartini di Jalanan Bandung, Perjuangan Mira Menjadi Driver Perempuan Mandiri
“Alhamdulillah, setelah bergabung dengan inDrive, kondisi ekonomi saya jauh lebih stabil. Sekarang tidak pernah ada tunggakan lagi, kebutuhan anak juga tercukupi,” ujarnya.
Baca Juga:
Sebagai seorang perempuan yang bekerja di jalanan, tentu ada tantangan tersendiri. Rasa khawatir akan keamanan hingga stigma dari lingkungan sempat ia rasakan di awal. Namun, tekad untuk memberikan kehidupan yang lebih baik bagi anak-anaknya membuatnya tetap melangkah.
Bagi Mira, menjadi driver bukan sekadar pekerjaan, tetapi juga bentuk keberanian untuk keluar dari zona nyaman sebuah refleksi dari semangat emansipasi perempuan yang diperjuangkan oleh R.A. Kartini.
“Menurut saya, perempuan itu harus kuat dan berani. Kita juga bisa bekerja dan mandiri, apalagi untuk keluarga,” tuturnya.
Salah satu hal yang membuat Mira bertahan dan merasa nyaman adalah sistem yang ditawarkan oleh inDrive. Fleksibilitas menjadi kunci, di mana ia bisa mengatur waktu kerja tanpa harus meninggalkan perannya sebagai ibu. Ia memulai hari setelah mengantar anak sekolah, berhenti sejenak untuk menjemput mereka, lalu kembali bekerja hingga sore hari.
Tak hanya itu, model bisnis inDrive yang memberikan kebebasan bagi driver untuk memilih order juga menjadi nilai tambah tersendiri. Dengan begitu, Ia dapat menyesuaikan pekerjaan dengan kondisi dan kenyamanan di lapangan.
Namun yang paling dirasakan manfaatnya adalah dari sisi penghasilan. inDrive menghadirkan skema komisi yang rendah, sehingga driver dapat membawa pulang lebih banyak dari hasil kerja mereka.
“Potongan di inDrive itu kecil, jadi penghasilan yang saya terima lebih besar dan sangat membantu untuk kebutuhan sehari-hari.” ujarnya.
Kisa Mira, Ibu muda yang berjuang mencari nafkah demi membesarkan sang buah hati dengan menjadi driver inDrive.
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jabar di Google News