Dedi Mulyadi Ungkap Biang Kerok Banjir di Kabupaten Bandung

Rabu, 15 April 2026 – 20:00 WIB
Dedi Mulyadi Ungkap Biang Kerok Banjir di Kabupaten Bandung - JPNN.com Jabar
Warga menaiki perahu untuk mobilitas akibat jalan yang terendam banjir di Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, Selasa (14/4/2026). Foto: Nur Fidhiah Shabrina/JPNN.com

jabar.jpnn.com, KOTA BANDUNG - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menilai banjir yang terus terjadi di Kabupaten Bandung disebabkan tata ruang wilayah yang tidak pernah berubah.

Kondisi tersebut, kata Dedi, dikarenakan penanganannya tidak dilakukan secara menyeluruh dan jangka panjang.

Dedi menuturkan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung harus membenahi tata ruang apabila ingin mengakhiri persoalan banjir di wilayahnya.

"Pertama, tata ruang Kabupaten Bandung harus berubah," kata Dedi di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Rabu (15/4/2026).

Selain itu, Dedi juga menekankan pentingnya normalisasi sungai sebagai langkah teknis yang harus segera dilakukan untuk mengembalikan kapasitas aliran air.

"Yang kedua, sungai-sungainya harus segera dinormalisasi," ucap dia.

Dedi juga menyoroti kondisi hulu sungai yang dinilai mengalami kerusakan sehingga perlu direhabilitasi menjadi kawasan hijau guna menahan laju air.

"Yang ketiga, hulu sungainya harus direhabilitasi menjadi lahan hijau," tuturnya.

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menjelaskan penyebab banjir berulang di Kabupaten Bandung. Tugas berat Pemkab Bandung.
Facebook JPNN.com Jabar Twitter JPNN.com Jabar Pinterest JPNN.com Jabar Linkedin JPNN.com Jabar Flipboard JPNN.com Jabar Line JPNN.com Jabar JPNN.com Jabar
JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jabar di Google News