Dayeuhkolot Masih Dikepung Banjir, Akses Jalan Lumpuh
Suryadi menjelaskan, di wilayahnya ada tiga desa dan satu kelurahan yang terdampak luapan Sungai Citarum. Desa Dayeuhkolot dan Citereup menjadi wilayah yang paling parah dampaknya.
"Desa Dayeuhkolot dari 14 RW, 11 terdampak. Kemudian di desa Citereup dari 17 RW, 13 terdampak. Tapi kedalaman yang paling tinggi banjirnya di desa Dayeuhkolot,"ucapnya.
Dampak banjir saat ini diakui Suryadi ada sebanyak 7 ribu KK yang tersebar di tiga desa dan satu kelurahan dengan ketinggian air terdalam mencapai 1,6 meter.
"Seluruhnya ada 7 ribuan KK 21 ribu jiwa. Ketinggian air kemarin yang paling tinggi itu di hari Minggu, di hari Minggu malam bisa sampai 1,6 meter, 160 cm. Sekarang surut, pagi-pagi cerah, kemudian sore potensi hujan ini masih ada.BMKG turun hujan, air naik lagi di malam hari, pagi surut lagi, besoknya kalau ada hujan naik lagi," ungkapnya.
Suryadi juga mengaku berbagai langkah penanganan terus dilakukan pihak pemerintah.
"Untuk itu tentunya penanganan banjir tentunya terus kami upayakan, yakni folder-folder ditambah. Folder itu untuk menyedot air itu. Namun pada saat curah hujan tinggi, air citarum naik. Pada saat folder diaktifkan juga airnya balik lagi. Tentunya penanganan ini harus komprehensif, tidak hanya pompa diperbanyak,"tuturnya. (mcr27/jpnn)
Banjir luapan Citarum masih mengepung Dayeuhkolot. Sebanyak 7 ribu KK terdampak, akses jalan terendam, warga beraktivitas pakai perahu.
Redaktur : Ridwan Abdul Malik
Reporter : Nur Fidhiah Sabrina
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jabar di Google News