Mensos Tekankan Akurasi Data Bansos, Penyaluran Rp54,5 Miliar Libatkan Pos Indonesia
Direktur Utama Pos Indonesia, Daud Joseph, menegaskan komitmen perusahaan dalam menjaga kualitas penyaluran bansos melalui penguatan sistem serta monitoring di lapangan.
Baca Juga:
“Kami memberikan perhatian penuh agar tidak terjadi kesalahan dalam penyaluran, sehingga bantuan dapat diterima langsung oleh masyarakat yang berhak,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, Kementerian Sosial juga melanjutkan penyaluran bantuan lanjutan senilai Rp54.572.100.000 melalui Pos Indonesia kepada masyarakat terdampak bencana di sejumlah daerah.
Rincian penyaluran bantuan tersebut meliputi:
Kabupaten Agam: Rp11.708.250.000 untuk 8.195 penerima manfaat (PM), termasuk jaminan hidup, santunan ahli waris, dan bantuan korban luka.
Kabupaten Pidie Jaya: Rp20.758.950.000 untuk 15.377 PM.
Kabupaten Bireuen: Rp22.104.900.000 untuk 16.374 PM.
Bantuan pascakebencanaan mencakup santunan ahli waris korban meninggal dunia sebesar Rp15 juta, bantuan korban luka berat Rp5 juta, bantuan isi rumah Rp3 juta per keluarga, serta stimulan ekonomi Rp5 juta per keluarga.
Selain itu, diberikan jaminan hidup sebesar Rp450 ribu per orang per bulan selama tiga bulan.
Penyaluran bantuan dilakukan secara bertahap berdasarkan data yang telah diverifikasi dan divalidasi oleh berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, aparat penegak hukum, hingga lembaga terkait seperti BNPB, Dukcapil, dan BPS.
Kementerian Sosial (Kemensos) dan PT Pos Indonesia memastikan pendistribusian dana bantuan sosial (Bansos) tepat sasaran
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jabar di Google News