Sambut Wisatawan, Polrestabes Bandung Siapkan Rekayasa Lalin Saat Libur Panjang
Fokus utama pengawasan diarahkan pada potensi kemacetan akibat parkir liar dan aktivitas travel yang kerap mengganggu arus lalu lintas.
Baca Juga:
Kepala Dishub Kota Bandung, Rasdian Setiadi mengatakan libur panjang yang berlangsung selama tiga hari berpotensi meningkatkan volume kendaraan, terutama dari luar kota yang masuk ke Bandung.
"Pasti akan terjadi lonjakan kunjungan. Karena itu, kami siapkan petugas dari berbagai bidang, mulai dari Dalops, UPT parkir, hingga tim lalu lintas yang memantau melalui ATCS,” kata Rasdian.
Tak hanya pengawasan, Dishub juga memperketat penindakan terhadap pelanggaran. Rasdian menegaskan, tidak ada lagi sekadar imbauan pelanggar akan langsung dikenai sanksi sesuai aturan yang berlaku.
Salah satu fokus penertiban adalah kendaraan travel yang kerap menaikkan dan menurunkan penumpang di badan jalan.
Dishub telah menginventarisasi sekitar 25 perusahaan travel yang dinilai berpotensi menyebabkan kemacetan, terutama di kawasan Terusan Buahbatu, Pasteur, dan Dipatiukur.
"Kami sudah lakukan sosialisasi dan komitmen sudah dibuat. Kalau masih melanggar, akan langsung ditindak, termasuk sanksi administrasi hingga penderekan," tegasnya.
Selain itu, penertiban parkir liar juga menjadi perhatian serius, khususnya di kawasan wisata seperti Alun-alun, Asia Afrika dan Braga. Dishub bahkan telah memasang water barrier di sejumlah titik untuk mencegah kendaraan parkir sembarangan.
Satlantas dan Dishub Bandung menyiagakan ratusan personel antisipasi macet saat long weekend, fokus di titik rawan, parkir liar, dan aktivitas travel.
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jabar di Google News