Hamdalah! Wabah Campak di Cianjur Turun dari 100 Menjadi 18 Kasus
Meskipun belum ditemukan kasus terkonfirmasi, tenaga medis dan petugas kesehatan diminta tetap siaga.
Made menuturkan, pendampingan dan pemantauan terhadap pasien akan terus dilakukan hingga dinyatakan sembuh.
Selain itu, upaya pencegahan juga diperkuat melalui penerapan PHBS dan protokol kesehatan, terutama saat masyarakat beraktivitas di luar rumah.
Menurutnya, salah satu faktor penyebab masih adanya kasus suspek campak adalah penolakan sebagian masyarakat terhadap imunisasi anak.
“Masih ada warga yang menolak anaknya untuk diimunisasi campak, sehingga berpotensi meningkatkan risiko penyebaran,” katanya.
Untuk itu, Dinkes terus menggencarkan program vaksinasi campak sebagai bagian dari deteksi dini dan pencegahan.
Penyakit campak diketahui mudah menular melalui udara, tetapi dapat dicegah melalui imunisasi dan penerapan perilaku hidup sehat.
“Kami akan terus meningkatkan cakupan vaksinasi dan imunisasi campak, terutama pada anak-anak, serta mengimbau masyarakat untuk menerapkan PHBS dan protokol kesehatan,” ujar Made.
Dinkes Kabupaten Cianjur mencatat penurunan jumlah kasus suspek campak sepanjang triwulan pertama 2026 dari 100 kasus di Januari menjadi 18 kasus di Maret ini
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jabar di Google News