KDM Akui Kebijakan Meliburkan Angkutan Umum Belum Optimal

Kamis, 26 Maret 2026 – 19:30 WIB
KDM Akui Kebijakan Meliburkan Angkutan Umum Belum Optimal - JPNN.com Jabar
Ilustrasi angkot. Foto : Lutviatul Fauziah/JPNN.com.

jabar.jpnn.com, DEPOK - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi mengakui bahwa kebijakan meliburkan angkutan umum dan tradisional saat Lebaran belum sepenuhnya mampu melancarkan arus mudik dan balik Idulfitri 2026.

Dirinya menuturkan kepadatan lalu lintas masih terjadi di berbagai titik, lantaran jumlah kendaraan pribadi yang melintas jauh melebihi kapasitas jalan yang tersedia.

“Saya sampaikan juga, bahwa kebijakan meliburkan angkot, ojek andong, becak, memang belum bisa 100 persen membuat lalu lintas arus mudik dan arus balik lancar,” ucapnya.

Dedi menilai kebijakan tersebut tetap memberikan dampak positif, terutama bagi petugas di lapangan.

Beban kerja menjadi lebih ringan karena berkurangnya kendaraan umum yang beroperasi.

Menurut Dedi, kondisi lalu lintas saat ini masih dapat bergerak meski padat. Situasi yang terjadi tergolong padat merayap, bukan kemacetan total.

“Minimal kebijakan itu telah meringankan petugas di lapangan, serta membuat arusnya tidak stuck,” terangnya.

Pihaknya menyampaikan terima kasih, kepada seluruh petugas yang terlibat dalam pengamanan arus mudik dan balik, khususnya jajaran kepolisian yang bekerja tanpa henti siang dan malam.

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi akui kebijakan meliburkan angkutan umum dan angkutan tradisional saat Lebaran belum optimal
Facebook JPNN.com Jabar Twitter JPNN.com Jabar Pinterest JPNN.com Jabar Linkedin JPNN.com Jabar Flipboard JPNN.com Jabar Line JPNN.com Jabar JPNN.com Jabar
JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jabar di Google News