Puncak Arus Balik Hari Ini, Jalur Nagreg Diprediksi Padat
Ia mengatakan sistem tersebut dinilai efektif untuk mengurai kepadatan kendaraan di jalur dengan banyak tikungan, tanjakan, dan turunan.
"Kami lakukan one way sepenggal ketika terjadi perlambatan agar arus kendaraan tetap mengalir," ucapnya.
Sistem satu arah yang disiapkan, kata dia, dilakukan di sejumlah titik rawan gangguan, kemudian juga melakukan penarikan ke daerah Malangbong apabila ujung antrean kendaraan sampai wilayah Gentong di Kabupaten Tasikmalaya, kemudian Limbangan ke arah Bandung atau ke jalur yang landai.
"Kami menarik ruas atau menarik kendaraan atau antrian kendaraan yang mengular atau misalnya memanjang ke arah Tasikmalaya," pungkasnya.
Sebelumnya, Polda Jawa Barat mengimbau kepada pemudik, khususnya warga Jabar yang akan kembali dari kampung halaman, agar menghindari perjalanan arus balik pada Selasa (24/3).
Imbauan ini disampaikan guna mengantisipasi kepadatan kendaraan pada puncak arus balik Lebaran.
Kapolda Jabar Irjen Pol Rudi Setiawan mengatakan, 24 Maret diprediksi menjadi puncak arus balik. Potensi kepadatan juga diprediksi terjadi pada Sabtu dan Minggu ini atau 28 - 29 Maret 2026.
"Kami mengajak warga Jawa Barat untuk mengatur waktu perjalanan arus balik dengan bijak, sehingga tidak terfokus pada tanggal 24 Maret yang diprediksi menjadi puncak kepadatan," kata Rudi dalam keterangannya, Senin (23/3).
Arus balik Nagreg diprediksi memuncak pada hari ini. Polisi siapkan one way sepenggal, warga diimbau atur perjalanan demi hindari kepadatan.
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jabar di Google News