Menteri LH Murka, Longsoran Sampah Bantargebang Kembali Menelan Korban Jiwa
jabar.jpnn.com, BEKASI - Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq menyatakan kondisi TPST Bantargebang sebagai fenomena “gunung es” dari kegagalan pengelolaan sampah Jakarta.
Lokasi pembuangan tersebut saat ini menanggung beban kritis sekitar 80 juta ton sampah yang telah menumpuk selama 37 tahun.
Pernyataan itu disampaikan Hanif setelah meninjau langsung lokasi longsor di zona IV TPST Bantargebang pada Senin (9/3).
Longsor gunungan sampah setinggi sekitar 50 meter yang terjadi pada Minggu (8/3/2026) pukul 14.30 WIB menewaskan empat orang.
Keempat korban meninggal dunia yang telah ditemukan adalah Enda Widayanti (25 tahun), Sumini (60), Dedi Sutrisno (22), dan Iwan Supriyatin (40 tahun).
Menurut Hanif, tragedi tersebut menjadi bukti nyata kegagalan sistemik pengelolaan sampah di ibu kota yang tidak boleh lagi diabaikan.
“Kami harus menyelesaikan akar persoalan sampah Jakarta agar tidak ada lagi korban jiwa,” ujar Hanif.
Ia menegaskan peristiwa ini merupakan peringatan keras bagi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk segera menghentikan praktik pengelolaan sampah dengan metode open dumping.
Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq menyatakan kondisi TPST Bantargebang sebagai fenomena “gunung es” dari kegagalan pengelolaan sampah Jakarta
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jabar di Google News