Kemenhaj Pastikan 5.000 Jemaah Umrah Jabar di Arab Saudi Aman Meski Ada Konflik Israel - Iran
"Nah, yang yang tertunda itu yang memakai Qatar, Emirates. Nah, itu yang yang (tertunda), itu pun tidak dibatalkan, di ditunda keberangkatan untuk kepulangannya gitu," ujarnya.
"Kalau yang mau berangkat tunda dulu sampai benar-benar kondusif suasana di Arab Saudi-nya atau di Timur Tengahnya seperti itu karena takutnya ekskalasinya makin tinggi ke depannya," lanjutnya.
Ia memastikan jemaah Indonesia yang berada di Arab Saudi dalam kondisi aman. Namun ketegangan yang muncul di Timur Tengah berdampak pada maskapai meski penerbangan masih terus dilakukan.
"Jadi sebenarnya yang kami himbau itu adalah jemaah yang akan berangkat, itu kalau bisa menunda dulu, lebih baik menunda keberangkatan umrah sampai dengan situasi benar-benar kondusif," ucap dia.
Dia menyebut ada jemaah Indonesia yang telah kembali ke Indonesia. Namun ia tak menyebutkan jumlahnya dan waktunya. Di satu sisi, pemerintah terus berkoordinasi dengan pihak terkait.
"Namun untuk kepulangan jemaah itu tidak perlu khawatir, apalagi (bagi) keluarga yang ada di tanah air karena kami Kementerian Haji dan Umrah itu sudah juga berkoordinasi dengan kantor urusan haji dan KJRI di Jeddah," jelasnya.
Pihaknya juga akan datang langsung ke bandara untuk mengetahui keperluan apa saja yang dibutuhkan oleh jemaah umrah.
"Nah, ini yang penundaannya itu kami bantu fasilitasi ketika harus refund ataupun mengganti maskapai atau mungkin dengan extend hotel di sana seperti itu," pungkasnya. (mcr27/jpnn)
Sekitar 5.000 jemaah umrah asal Jabar masih di Arab Saudi di tengah konflik Israel - Iran. Pemerintah pastikan aman, sebagian kepulangan tertunda.
Redaktur : Ridwan Abdul Malik
Reporter : Nur Fidhiah Sabrina
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jabar di Google News