Kemenkes Soroti Pengendalian Konsumsi di Tengah Wacana Penambahan Layer Tarif Cukai Rokok
Beberapa pihak menilai bahwa perubahan struktur tarif perlu ditelaah secara menyeluruh, terutama terkait potensi dampaknya terhadap harga rokok di tingkat konsumen.
Founder dan CEO Center for Indonesia’s Strategic Development Initiatives (CISDI), Diah Saminarsih menilai, penambahan layer justru berpotensi menjaga rokok tetap terjangkau meskipun tarif cukai dinaikkan.
“Riset CISDI menghitung banyaknya layer cukai yang menyebabkan rokok tetap terjangkau walaupun tarif mengalami kenaikan. Artinya, penambahan layer menghadirkan semakin banyak rokok dengan harga murah. Ini rencana yang sangat keliru,” ujarnya.
Pakar ekonomi sekaligus Ketua Bidang Ekonomi Komnas Pengendalian Tembakau, Teguh Dartanto menilai, persoalan rokok ilegal lebih terkait dengan aspek penegakan hukum dan sistem pengawasan.
“Naif sekali rasanya jika Menteri Keuangan tidak memahami bahwa menambah layer justru menjadikan struktur cukai semakin kompleks. Permasalahan rokok ilegal sudah jelas karena lemahnya penegakan hukum,” ungkapnya.
Wacana penambahan layer cukai ini, dinilai perlu kajian lanjutan, untuk memastikan setiap opsi kebijakan tetap selaras dengan tujuan pengendalian konsumsi, tanpa mengabaikan aspek fiskal maupun penanganan rokok ilegal. (mcr19/jpnn)
Kemenkes turut menyoroti pengendalian konsumsi di tengah wacana penambahan tarif cukai rokok
Redaktur : Ridwan Abdul Malik
Reporter : Lutviatul Fauziah
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jabar di Google News