Macan Tutul Penyerang Warga di Pacet Bandung Direhabilitasi di Taman Satwa Cikembulan

Senin, 09 Februari 2026 – 11:00 WIB
Macan Tutul Penyerang Warga di Pacet Bandung Direhabilitasi di Taman Satwa Cikembulan - JPNN.com Jabar
Sejumlah petugas mengevakuasi peti kandang macan tutul untuk menjalani rehabilitasi di Taman Satwa Cikembulan, Kabupaten Garut, Jawa Barat. ANTARA/HO-Cikembulan

jabar.jpnn.com, GARUT - Seekor macan tutul jawa (Panthera pardus melas) yang sebelumnya masuk ke kawasan permukiman dan menyerang warga di Kecamatan Pacet, Kabupaten Bandung, kini menjalani proses rehabilitasi di Taman Satwa Cikembulan, Kabupaten Garut, Jawa Barat.

Rehabilitasi dilakukan untuk memulihkan kondisi fisik dan psikis satwa tersebut sebelum diputuskan apakah dapat dilepasliarkan kembali ke habitat alaminya.

Manajer Taman Satwa Cikembulan, Rudi Arifin, mengatakan bahwa macan tutul jantan tersebut saat ini masih dalam tahap observasi intensif oleh tim medis dan dokter hewan.

“Macan tutul yang ditangkap di Bandung sedang menjalani proses rehabilitasi dan saat ini terus diobservasi,” kata Rudi di Garut, Minggu.

Macan tutul tersebut ditangkap oleh Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Barat setelah dilaporkan memasuki permukiman warga di Desa Maruyung, Kecamatan Pacet, Kabupaten Bandung, pada Kamis (5/2).

Setelah proses evakuasi, satwa liar itu dititipkan ke Taman Satwa Cikembulan untuk mendapatkan perawatan lanjutan.

Menurut Rudi, saat pertama kali tiba di lokasi rehabilitasi, kondisi macan tutul tersebut mengalami stres dan ditemukan sejumlah luka, termasuk gigi taring yang patah.

Oleh karena itu, pihaknya langsung menempatkan satwa tersebut di kandang karantina.

Macan Tutul Jawa yang teror warga Pacet, Kabupaten Bandung, kini menjalani proses rehabilitasi di Taman Satwa Cikembulan, Kabupaten Garut
Facebook JPNN.com Jabar Twitter JPNN.com Jabar Pinterest JPNN.com Jabar Linkedin JPNN.com Jabar Flipboard JPNN.com Jabar Line JPNN.com Jabar JPNN.com Jabar
JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jabar di Google News