Kekurangan Fasilitas di Sekolah, Siswa SMPN 3 Depok Bawa Meja Lipat dari Rumah
jabar.jpnn.com, DEPOK - Sejumlah siswa Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 3 Depok terpaksa membawa meja lipat dari rumah masing-masing untuk mengikuti kegiatan belajar mengajar.
Kondisi ini terjadi lantaran sekolah yang baru selesai direnovasi tersebut belum sepenuhnya dilengkapi fasilitas meja dan kursi di seluruh ruang kelas.
Berdasarkan data sekolah, dari total 33 rombongan belajar (rombel), baru 17 rombel yang memiliki fasilitas meja dan kursi yang memadai.
Sementara itu, sisanya harus mengikuti pembelajaran dengan menggunakan meja lipat dan alas duduk yang dibawa sendiri oleh para siswa dari rumah.
Kepala SMPN 3 Depok, Ety Kuswandarini, tidak menampik adanya kondisi tersebut. Ia menjelaskan bahwa pihak sekolah sebelumnya telah menyampaikan informasi kepada orang tua dan siswa terkait keterbatasan fasilitas di ruang kelas.
“Sebelumnya, kami sudah memberi tahu kepada pihak orang tua dan siswa tentang kondisi kelas yang belum tersedia meja dan kursi,” ujar Ety.
Ia menambahkan, para orang tua siswa menyetujui kebijakan sementara tersebut. Pihak sekolah juga memberikan opsi lain berupa sistem masuk kelas secara bergantian untuk mengatasi keterbatasan fasilitas.
“Mereka, para orang tua siswa, menyetujui. Kami dari pihak sekolah juga memberikan opsi dengan masuk kelas secara bergantian,” ungkapnya.
Sejumlah siswa SMPN 3 Depok membawa meja lipat dan alas untuk belajar, lantaran sekolah masih kekurangan kursi dan meja setelah sekolah tersebut direnovasi
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jabar di Google News