Hamdalah! Prevalensi Stunting di Kabupaten Cirebon Turun Hingga 5 Persen
Ia menjelaskan strategi baru yang sudah disusun menekankan tiga hal, yakni optimalisasi evaluasi program, pembagian peran antarinstansi yang lebih jelas, serta peningkatan edukasi publik tentang pencegahan stunting.
“Kami tidak ingin ada tumpang tindih antarinstansi. Semua harus berjalan dalam satu arah yang terukur,” katanya.
Selain itu, pemerintah daerah telah memperkuat komunikasi dan diseminasi informasi kepada masyarakat agar pemahaman tentang stunting menjadi lebih menyeluruh.
Dia menyampaikan masih banyak masyarakat yang menganggap stunting hanya persoalan gizi. Padahal, hal tersebut menyangkut tumbuh kembang anak secara menyeluruh dan masa depan bangsa.
“Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci. Semua pihak harus terlibat aktif, mulai dari tenaga kesehatan, pemerintah desa, hingga tokoh masyarakat,” ucap dia. (antara/jpnn)
Hasil SSGI menunjukkan prevalensi stunting di Kabupaten Cirebon mengalami penurunan dari 22,9 persen pada 2023 menjadi 18 persen di tahun 2024
Redaktur & Reporter : Yogi Faisal
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jabar di Google News