Pemkot Cirebon Siapkan 27 Titik Evakuasi Hadapi Potensi Bencana Hidrometeorologi
Andi menjelaskan, kesiapsiagaan menghadapi bencana hidrometeorologi dilakukan secara berjenjang, meliputi tahap pra bencana, tanggap darurat, dan pascabencana.
Pada tahap prabencana, BPBD bersama masyarakat melakukan pembersihan saluran air, pelatihan relawan, serta sosialisasi kesiapsiagaan di kawasan padat penduduk.
“Pencegahan dan edukasi menjadi kunci agar masyarakat lebih siap menghadapi ancaman bencana akibat perubahan cuaca ekstrem,” kata Andi.
Sementara itu, Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kota Cirebon, Sumanto, menyampaikan bahwa pemerintah daerah telah menetapkan status siaga darurat bencana yang berlaku mulai 1 Oktober 2025 hingga 30 April 2026.
Status tersebut mencakup potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, cuaca ekstrem, gelombang tinggi, abrasi, dan tanah longsor.
“Pemerintah daerah bersama TNI, Polri, instansi vertikal, dan organisasi kemanusiaan telah menyusun langkah antisipatif menjelang puncak musim hujan,” tutur Sumanto.
Ia menambahkan, sejumlah titik rawan banjir telah diperbaiki dan infrastruktur drainase di kawasan permukiman juga diperkuat untuk menjaga mobilitas warga serta meminimalkan risiko genangan air.
“Dengan kesiapsiagaan bersama, kami berharap masyarakat Kota Cirebon semakin tangguh menghadapi ancaman hidrometeorologi,” ujar Sumanto. (antara/jpnn)
Pemkot Cirebon menyiapkan 27 titik evakuasi di tingkat kelurahan dan kecamatan sebagai langkah kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi
Redaktur & Reporter : Yogi Faisal
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jabar di Google News