Dampak Program MBG, Harga Ayam dan Telur di Bandung Bikin Pusing
Sementara itu, salah satu pedagang telur, Dewa Anta menyebut bahwa harganya sekarang mencapai 32 ribu per kg. Harga ini sangat tinggi karena biasanya berada di kisaran Rp26 ribu hingga Rp 30 ribu per kg.
"Telur itu biasanya naik turun setiap hari. Kalau ini udah seminggu ga turun," paparnya.
Bukan hanya harga naik, pedagang pun kesulitan untuk menjualnya. Banyak pembeli yang kemudian mengurangi jumlah pembeliannya saat harganya melambung.
Kepala Bidang Distribusi Perdagangan dan Pengawasan, Kemeterologian, Disdagin Kota Bandung Meiwan Kartiwa mengatakan pemerintah Kota Bandung pun sudah melakukan pemantauan dalam sebulan ke belakang. Harga ayam dan telur memang naik dan sulit turun.
Namun, kata Meiwan, yang paling penting sekarang harus disiapkan adalah distributor memiliki produk yang akan dijual. Jangan sampai ayam dan telur yang dibutuhkan masyarakat tidak ada di pasaran.
"Karena sekarang yang penting itu di lapangannya barang ada, tidak kosong," ungkap Meiwan.
Adapun untuk kemungkinan penurunan harga memang agak sulit karena permintaan dari masyarakat pun tinggi. Berbeda halnya ketika produksi tinggi dan permintaan rendah, maka bisa ada penurunan harga. (mcr27jpnn)
Tingginya permintaan ayam dan telur untuk program MBG, membuat harga dua komoditas pangan di pasar tradisional Bandung melambung tinggi. Pedagang mengeluh.
Redaktur : Ridwan Abdul Malik
Reporter : Nur Fidhiah Sabrina
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jabar di Google News