Menteri Pariwisata Sumbangkan Karya Lukis Ibunda untuk Adicitra Ganesa
Di masa mudanya, ia juga seorang atlet sprinter nasional yang kerap berlatih di stadion Siliwangi, Bandung, pada era 1960-an. Kota ini, kata Widiyanti, sudah lama menjadi bagian dari nadi keluarganya.
“Bandung dan ITB memiliki tempat istimewa di hati Ibu saya. Ia menghabiskan masa kecilnya di sini. Kakek saya dulu juga sempat mengajar di ITB, di bidang teknologi dan penyiaran,” tuturnya.
Soal Pasar Seni ITB tahun ini, Widayanti menuturkan hadir lebih dari sekadar pameran.
Ia menjadi ruang temu lintas generasi—tempat seni, desain, dan pariwisata saling bertaut.
Setelah vakum 11 tahun, hajatan yang sudah digelar sejak 1972 itu kembali hadir dengan semangat Laju, Temu, Laku.
Sebuah semboyan yang, menurutnya, menggambarkan gerak seni dan pariwisata yang sama-sama menumbuhkan bangsa.
“Dari Bandung, kota dengan sejuta ide kita buktikan bahwa kreativitas bulan sekadar gaya hidup, melainkan kekuatan menggerakkan bangsa. Mari kita terus rawat ruang pertemuan antara seni dan pariwisata ini agar Indonesia selalu jadi panggung bagi karya dan harapan,” tuturnya.
Ia juga menegaskan bahwa Kementerian Pariwisata tengah mendorong lima program besar, salah satunya pengembangan event kreatif yang mampu memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada dunia.
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menyumbangkan karya lukis buatan ibunya untuk dilelang dalam acara Adicitra Ganesha ITB 2025.
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jabar di Google News