Gegara Hal Ini Pertumbuhan Industri Rokok Elektrik di Tanah Air Melambat
jabar.jpnn.com, DEPOK - Industri rokok elektrik (REL) di Indonesia sebagian besar digerakkan oleh pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Ribuan unit usaha, mulai dari produsen liquid hingga toko ritel, menjadi tulang punggung rantai produksi sektor ini.
Namun, pertumbuhan industri REL diproyeksikan melambat akibat berbagai tekanan, seperti menurunnya daya beli masyarakat, regulasi yang semakin ketat, dan kekhawatiran akan kenaikan cukai.
Ketua Umum Asosiasi Personal Vaporizer Indonesia (APVI), Budiyanto mengatakan, bahwa tren perlambatan sudah terlihat sejak awal tahun.
“Perlambatan tersebut kami lihat karena menurunnya daya beli masyarakat serta fenomena rokok ilegal yang semakin marak,” ucapnya.
Dirinya menuturkan, karena mayoritas pelaku industri REL adalah UMKM, tekanan ekonomi dan regulasi yang kompleks dapat berdampak langsung pada keberlangsungan usaha kecil tersebut.
Ketua Bidang Humas APVI, Filusif Fariq Vernanda, menekankan pentingnya perlindungan berkelanjutan bagi sektor ini.
“Industri REL saat ini mampu menyerap antara 100.000 hingga 150.000 tenaga kerja, sebagian besar melalui UMKM yang tersebar di berbagai daerah,” tuturnya.
Industri rokok elektrik (REL) di Indonesia didominasi oleh UMKM, tetapi saat ini pertumbuhannya melambat di tahun ini
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jabar di Google News