GIIAS Bandung Dongkrak Ekonomi Jabar, Investasi Otomotif Makin Menggeliat
Menurutnya, kontribusi sektor ini terhadap pendapatan daerah cukup signifikan.
"Sampai 30 September 2025, realisasi pendapatan dari pajak kendaraan dan bea balik nama mencapai Rp6,5 triliun. Ini menunjukkan geliat ekonomi yang luar biasa," ucapnya.
Sementara itu, Ketua Umum Gaikindo Putu Juli Ardika menegaskan posisi Jabar sebagai jantung industri otomotif nasional.
Ia menyebut, Jabar merupakan pusat manufaktur otomotif terbesar di Indonesia, dan memiliki tingkat kepemilikan kendaraan tertinggi kedua secara nasional.
"GIIAS Bandung bukan hanya ajang pamer, tapi sarana edukasi dan penguatan pasar otomotif lokal. Animo masyarakat tinggi, dan transaksi terus meningkat," kata Putu.
Menurutnya, antusiasme pengunjung di Bandung sejalan dengan tren di kota-kota sebelumnya seperti Jakarta, Surabaya, dan Semarang.
"Ini indikasi bahwa industri otomotif Indonesia mulai bangkit kembali, dan Jabar menjadi salah satu lokomotifnya," tuturnya.
Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (Dirjen Ilmate) Kementerian Perindustrian Setia Diarta menyebutkan Indonesia, khususnya Jabar, sebagai wilayah strategis untuk pengembangan industri otomotif global.
Wagub Jabar Erwan Setiawan mengungkapkan, pameran kendaraan GIIAS bisa menjadi penggerak sektor perekonomian di Jabar.
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jabar di Google News