Cegah Keracunan MBG, Dedi Mulyadi Usulkan SPPG Dibuat di Sekolah
Dengan semua itu, Dedi menyampaikan, perputaran ekonominya akan terhitung dan warga lokal juga merasakan dampak langsung dari program ini, bukan hanya para penerima saja. Apalagi dana tranfer ke daerah kini mengalami penurunan.
Baca Juga:
"Itu bisa dihitung sebagai angka sirkulasi ekonomi yang ditumbuhkan melalui MBG, melalui anggaran APBN. Sehingga, siklus keuangannya bisa terlengkapi, karena hari ini pemerintah provinsi dan kabupaten kan mengalami pengurangan dana transfer," ujarnya.
"Karena mengurangi dana pengurangan dana transfer itu otomatis kan akan menghambat proses pertumbuhan ekonomi. Sehingga, MBG ini harus menjadi bagian dari stimulus untuk mengisi ruang kosong fiskal yang hari ini berkurang," sambungnya.
Semantara itu, Kepala BGN Dadan Hindayana mengatakan, usulan dari Gubernur Dedi Mulyadi ini nantinya akan ditindaklanjuti untuk bersama-sama memperbaiki program MBG ke depannya.
"Dan kami bersepakat agar program ini bisa dilaksanakan bersama-sama dan kami Badan Gizi Nasional akan mengirim uang tahun depan yaitu ke Jawa Barat kurang lebih Rp50 triliun. Dan dianggap sebagai bagian dari pendapatan asli daerah," kata Dadan.
"Jadi itu kontribusi pemerintah pusat di daerah memang uangnya tidak dikelola oleh pemerintah daerah tapi seluruhnya dirasakan oleh pemerintah daerah," tuturnya. (mcr27/jpnn)
Begini solusi Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dalam mencegah terulangnya kejadian keracunan massal paket MBG. Sudah disampaikan ke BGN.
Redaktur : Ridwan Abdul Malik
Reporter : Nur Fidhiah Sabrina
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jabar di Google News