69 Persen Lulusan SMA di Kota Bogor Tak Kuliah, Faktor Ekonomi Jadi Biang Keroknya
jabar.jpnn.com, KOTA BOGOR - Ketua DPRD Kota Bogor Adityawarman Adil menerima kunjungan Forum Komunikasi Perguruan Tinggi Bogor di Kantor DPRD Kota Bogor.
Forum meminta DPRD mengalokasikan anggaran beasiswa untuk mahasiswa yang tinggal di Kota Bogor.
"Bangsa ini bisa maju kalau pendidikan maju. Level pendidikan yang bisa membuat bangsa maju adalah level perguruan tinggi," ujar Ending Mujahidin, Rektor Universitas Ibnu Khaldun (UIKA) Bogor mewakili Forum Komunikasi Perguruan Tinggi Bogor.
Namun, lanjut Mujahidin, angka partisipasi kasar perguruan tinggi (APK PT) masih rendah. Data terakhir APK PT hanya 31 persen.
"Dari sekitar 18 ribu calon lulusan SMA/SMK, sekitar 12 ribu di antaranya tidak melanjutkan ke perguruan tinggi," paparnya.
"Mereka tidak melanjutkan ke perguruan tinggi karena masalah finansial," tambah Mujahidin.
Mereka yang mendaftar di perguruan tinggi, kata Mujahidin, banyak yang mengajukan beasiswa.
"Banyak yang mengajukan beasiswa, tetapi banyak yang tidak bisa dikabulkan. Di UIKA sendiri pada 2025, dari 260 pendaftar beasiswa hanya 64 yang dikabulkan," ucapnya.
Angka partisipasi kasar perguruan tinggi (APK PT) Kota Bogor masih rendah, 69 persen lulusan SMA sederajat tak bisa berkuliah karena terganjal masalah biaya
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jabar di Google News